Ady Setiawan Kembali Dilantik Jadi Direktur Utama Perumdam PDAM - Rednews.info

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Kamis, 08 Januari 2026

Ady Setiawan Kembali Dilantik Jadi Direktur Utama Perumdam PDAM


Rednews.info, Kota Semarang - Sosok Nama Ady Setiawan yang pernah menjabat Dirut Perumdam atau PDAM Tirta Darma Ayu kabupaten Indramayu, Saat itu ia dilantik Bupati Indramayu, Nina Agustina, pada Kamis, 4 November 2021 di pendopo Kabupaten Indramayu. 


Namun belum selesai memimpin, Ady Setiawan mengundurkan diri hanya beberapa bulan sebelum masa akhir jabatan.


Kini Beliau (Ady Setiawan) resmi dilantik menjadi Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) / PDAM Tirta Moedal, Kota Semarang. Pelantikan tersebut dilantik langsung oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng. Rabu, (7/1/2026). 


Agustina Wilujeng berpesan kepada Ady Setiawan memiliki tugas-tugas berat. Tugas itu antaranya adalah memulai proyek SPAM Semarang Barat, dan rencana penambahan proyek SPAM Semarang Timur.


“Kan saat ini belum lancar, nah ini bisa dilancarkan. Tugasnya berat, juga ada SPAM Semarang Timur, harapannya bisa segera dimulai sehingga bisa menambah jaringan ke masyarakat,” tandas Agustina. 


Selain dua proyek tadi, Asian Development Bank (ADB) juga memberikan bantuan pembangunan SPALDT, atau pembuangan limbah domestic yang nantinya lembaga yang akan diajak kerjasama adalah PDAM.


“Tantangannya berat, bukan hanya air minum saja. Ada dua tugas tambahan yang membutuhkan konsentrasi yang cukup tinggi,” tukas dia.


Usai dilantik, Ady Setiawan alias Mas Wawan dan akrab juga disapa Pakde Air, mengatakan akan menjalankan tugas sebaik-baiknya. Ia berharap, setelahnya memimpin akan ada perubahan signifikan terhadap pelayanan air bersih di Kota Semarang. 


"Untuk saat ini kami akan fokus pada efisiensi teknis dan pelestarian lingkungan. Termasuk nanti penanganan pengaduan pelanggan yang cepat dan responsif akan menjadi prioritas jangka pendek. Terpenting lagi yakni pentingnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui efisiensi biaya operasional," ujar dia.


Hal lain, Ady menyoroti isu krusial soal masifnya penggunaan air tanah di Kota Semarang. Adi menegaskan akan memperkuat law enforcement atau penegakan hukum melalui Peraturan Daerah (Perda) Pengendalian Air Tanah.


"Pengambilan air tanah yang berlebihan berdampak pada penurunan muka tanah (degradasi). Kami akan mengimbangi hal ini dengan mempercepat ketersediaan suplai, terutama melalui optimalisasi SPAM Semarang Barat dan rencana pengembangan SPAM Semarang Timur atau Jragung," ujar Ady.




Reporter: c.tisna

Editor     : c.tisna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here