Rednewas.info, Indramayu -- Kesal, tidak kunjung diperbaiki warga desa Gadingan blok Tanjung, Kecamatan Sliyeg, kabupaten Indramayu, Jawa Barat melakukan aksi protes dengan menanam pohon pisang di sekitar jalanan yang berlubang. Selasa (30/12/2025).
Beberapa pengguna jalan harus berhati-hati untuk menghindari jalan berlubang yang ditanami pohon pisang tersebut.
Aksi penanaman pohon pisang disebabkan karena selama beberapa tahun jalan rusak tidak kunjung diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu. Padahal, hampir setiap hari terjadi kecelakaan di jalan rusak tersebut.
Kondisi lubang jalan memiliki kedalaman hingga lima belas centimeter (15 cm), sedangkan panjang jalan rusak mencapai kurang lebih satu kilo meter (1 km).
Menurut warga setempat yang tidak mau namanya dipublikasikan, berharap kepada Pemkab Indramayu agar segera memperbaiki jalan rusak yang sudah bertahun tahun itu agar tidak ada lagi warga yang menjadi korban kecelakaan.
Warga Desa Gadingan, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, melakukan aksi protes atas kondisi jalan PU Gadingan - Sudikampiran tepatnya di Desa Gadingan blok Tanjung yang rusak parah. Mereka menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai simbol kekecewaan atas lambannya perbaikan infrastruktur.
Aksi ini dilakukan pada hari Selasa tanggal 30 Desember 2025 pagi hari, dengan melibatkan warga setempat. "Jalan ini sudah lama rusak, tapi tidak ada perbaikan serius dari pemerintah Daerah. Kami protes dengan cara menanam pohon pisang," kata salah satu warga dengan nada kesal
Ditempat yang sama, Karyanto alias mas Elang Ketua GNPK-RI Kabupaten Indramayu dan beliau juga sebagai pengguna jalan tersebut, membenarkan adanya aksi warga dengan cara menanam pohon Pisang dijalan Poros Kabupaten tepatnya di jalan PU Gadingan blok Tanjung tersebut.
"Kami selaku pengguna jalan merasa kecewa dengan lambatnya perbaikan jalan yang rusak dan berlubang, tapi belum ada tindakan nyata. Aksi warga ini adalah cara untuk lebih didengar Bupati Indramayu," ujar Elang dengan nada tinggi.
Masih dengan Elang panggilan akrab sehari-hari Karyanto, mengharap kepada pemerintah Daerah atau Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat agar segera merespons keluhan warga, karena jalan Gadingan - mangir dan Sudikampiran adalah jalan akses utama menuju jalan Raya Jatibarang - Karangampel, untuk mobilitas anak sekolah, pedagang, petani dan semua kalangan melalui jalan tersebut. Jelasnya.
Reporter : c.tisna
Editor : c.tisna


Tidak ada komentar:
Posting Komentar