Rednews.info, Indramayu -- Proyek rehabilitasi tempat Pelelangan ikan (TPI) di desa Lombang, kecamatan Juntinyuat, kabupaten Indramayu diduka tidak sesuai spek dan terkesan asal jadi.
Bangunan pemeliharaan TPI dari dinas perikanan dan kelautan (Diskanla) yang bersumber dari dana APBD kabupaten Indramayu tahun 2025, dengan nilai kontrak, RP. 224.252.000,- yang dikerjakan oleh penyedia Jasa, CV.MANDIRI USAHA dengan waktu pelaksanaan 60 hari kalender.
Kondisi proyek bangunan pemeliharaan TPI di desa Lombang yang dikerjakan oleh CV. MANDIRI USAHA tersebut terlihat beberapa kejanggalan seperti, adukan semen pasir dilakukan dengan manual, tanpa dengan mesin molen.
Dan, pekerja tidak memakai Alat Pelindung Diri (APD), padahal himbauan sudah terpasang dari dinas PUPR.
Kemudian, ada perubahan Atap, yang dulunya memakai genting di rubah dengan kanopi atau baja ringan, sehingga jelas ada indikasi pengurangan belanja material, dan bangunan nya juga terkesan asal jadi, sehingga sering kali memiliki kualitas buruk, seperti struktur yang tidak kokoh.
Didalam proses pembangunannya pun tidak ada pengawasan atau pelaksana kerja di lokasi, jadi mempersulit tim media konfirmasi masalah bangunan tersebut.
Serta ada beberapa dugaan yang tidak sesuai dalam pelaksanaan pekerjaan di antaranya, penggunaan material yang tidak sesuai standar, atau penyelesaian yang tidak rapi, hal ini bisa di sebabkan oleh beberapa faktor termasuk kurangnya pengawasan, penggunaan bahan bangunan murah, atau kesalahan dalam pelaksanaan pekerjaan.
Menurut keterangan dari salah seorang pekerja saat di tanya oleh wartawan mengatakan,
“Pelaksana nya tidak ada pak, tidak tau kemana, ucap nya dengan merasa kikuk ketika di tanya oleh wartawan.
Ditempat yang sama, salah seorang warga yang tidak mau namanya di publikasi kan berkomentar, ” Bangunan pemeliharaan ini saya lihat kurang kokoh, karena atap nya saja hanya memakai genting seng baja ringan. "
Saat tim media hendak lakukan konfirmasi ke dinas terkait (Diskanla), namun pihak Diskanla terkesan menghindar.
Sampai berita ini ditayangkan, dari pihak kontraktor dan dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) tidak ada satu pun yang berhasil ditemui untuk dikonfirmasi.
Reporter: c.tisna
Editor : c.tisna
Tidak ada komentar:
Posting Komentar