Penyesalan Selalu Datang Terlambat, Setelah Burungnya Berkeliaran di Status WA Kuwu di Kecamatan Gantar Minta Maaf - Rednews.info

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 10 Januari 2022

Penyesalan Selalu Datang Terlambat, Setelah Burungnya Berkeliaran di Status WA Kuwu di Kecamatan Gantar Minta Maaf

RedNews.my.id, Indramayu - Nasi Mungkin sudah menjadi bubur dan penyesalan biasanya selalu datang terlambat, mungkin peribahasa itu pas untuk menggambarkan kondisi Kuwu atau kepala desa (Kades) di Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, yang kedapatan tak sengaja memamerkan alat kelamin laki-laki di status WhatsApp (WA) kini harus menahan malu dan mohon maaf. 

Ia secara terbuka meminta maaf atas kelalaiannya mengunggah foto tak senonoh tersebut. Kepada masyarakat yang bersangkutan menyatakan apa yang diunggah adalah sebuah kesalahan dari ketidakmengertian dirinya tentang teknologi android.

"Foto atau gambar tersebut sesungguhnya untuk konsumsi pribadi. Foto tersebut tidak sengaja tersebar murni karena kesalahan manusia. Dimana tujuan saya akan mengunggah foto lain namun yang diunggah. Sekarang ini foto tersebut telah dihapus walaupun masih banyak pihak yang menyebarkan," aku sang kuwu. 

Oleh karanenanya, kata dia, dirinya meminta maaf secara pribadi dan atas nama kuwu menyampaikan permintaan maaf terutama kepada warganya yang tercoreng akibat kasus tersebut. 

"Ke depannya ini akan menjadi bahan pelajaran dan saya akan berusaha sebaik-baiknya untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial dan hal itu tidak terulang. Sekali lagi mohon maaaf," tegas dia. 

Menanggapi permintaan maaf sang kuwu, Camat Gantar, Winaryo, menyatakan bahwa persoalan tersebut dianggap selesai. Ia juga meminta pihak yang masih menyimpan foto agar tidak menyebarkannya kembali.

"Pak Kuwu sudah minta maaf, beliau memang nyata-nyata gagap teknologi (gaptek), sama sekali tidak mengerti kalau apa yang dilakukannya itu saat menggunakan android," tukas Winaryo, Selasa, (11/1/22). 

Soal kuwu gagap teknologi juga diungkapkan oleh orang dekatnya, Asep. Menurut Asep, rekannya itu baru sekitar 3 atau 4 bulan menggunakan HP android sejak dilantik Agustus 2021 lalu. 

Sebelumnya, imbuh Asep, yang bersangkutan adalah petani murni yang jauh dari penggunaan teknologi HP android. 

"Silahkan cek dan tanya ke semua orang di desa kami, Pak Kuwu sama sekali tidak tahu teknologi. Pakai HP android saja baru beberapa bulan. Itu makanya beliau bingung dan tidak tahu cara menghapus status ketika foto itu tak sengaja diunggah," ungkap Asep.

Reporter : Udi
Editor.     : C.Tisna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here